Bola368 adalah situs penyedia layanan dalam pembukaan account betting bagi anda yang ingin bermain dengan situs judi terpercaya luar negeri. Bola368 menyediakan pembukaan account betting taruhan olahraga, permainan casino online, bola tangkas online, poker online dan juga togel online. Terima kasih dan Selamat bermain!
Permainan taruhan olahraga paling banyak di mainkan bettor international.
Poker at
Permainan jenis tebak angka bola paling populer di dunia online.
Games at
Permainan live casino fairplay favorit hingga saat ini. Sangat menghibur Anda.
Games at
Permainan kartu online poker paling banyak di sukai oleh semua kalangan
Bingo at
Permainan tebak angka togel online atau lotto. Bisa di mainkan seluruh kalangan.

Agen Bola Agen Sbobet Sabung Ayam bola368.co

17th June 2016 | Cat: berita | 479 Views | No Comments

Agen Sbobet Indonesia Bola.net – Setelah mengawali langkah dengan menghabisi tim favorit Belgia 2-0 di Grup E, Italiamembuat banyak orang terkesan. Salah satu yang terkesan adalah mantan pelatihnya, Marcello Lippi.

Di bawah bimbingan pelatih Antonio Conte, Italia bermain hebat dan memberi Belgia pelajaran. Menurut Lippi, mereka kini pantas difavoritkan bersama Jerman, Spanyol dan tuan rumahPrancis.

“Italia bermain hebat melawan Belgia dan dia (Conte) pantas mendapatkan pujian. Para pemain sudah tampil luar biasa dan membuktikan bahwa Italia tak bisa diremehkan meski dalam situasi sulit,” kata Lippi seperti dikutip Gazzetta.

“Para pemain dan Antonio Conte layak dipuji.”

“Selain Azzurri, saya lihat Prancis, Jerman, Spanyol dan Belgia juga bermain bagus. Meski kalah (lawan Italia), saya rasa Belgia akan bangkit.”

Lippi membawa Azzurri menjuarai Piala Dunia 2006. Itu adalah prestasi tertinggi dalam karier kepelatihan Lippi.

“Sungguh menyenangkan bisa melihat pemain-pemain top seperti Gianluigi Buffon, Daniele De Rossi dan Andrea Barzagli. Seperti di 2006, mereka memberi saya momen terbaik dalam karier saya.”

“Di Serie A, seiring globalisasi, tim-tim sekarang tidak memiliki banyak pemain Italia. Melihat 11 pemain asing melawan 11 pemain asing di liga, sayangnya, sekarang sudah jadi kebiasaan,” pungkasnya.